Home / Laporan PKL / Tata Cara Penulisan Skripsi/Laporan Tugas Akhir Atau Laporan Kerja Praktek

Tata Cara Penulisan Skripsi/Laporan Tugas Akhir Atau Laporan Kerja Praktek

Lagi membuat Skripsi/Laporan Tugas Akhir atau Laporan PKL tapi setiap bimbingan selalu di salahkan sama dosen pembimbingnya, di coret ini di salahkan itu, hingga akhirnya malas untuk bimbingan, dan putus asa.

tenang jangan putus asa dulu, di panduan ini kita akan belajar Cara Penulisan Skripsi/Laporan Tugas Akhir Atau Laporan Kerja Praktek agar cepat di ACC sama dosen pembimbingnya.

bukan perkara yang mudah ketika kita membuat laporan, kita butuh ketelitian agar laporan kita bisa cepat di acc, bukan cuma ketelitan saja namun kita juga butuh kesabaran, bahkan kita juga harus belajar cara penulisan laporan dan format penulisan laporan.

Ketika membuat laporan baik itu laporan Tugas Akhir/Skripsi (TA) atau Laporan Kerja Praktek/Praktek Kerja Lapangan(PKL) kita dituntut agar membuat laporan sesuai dengan format penulisan laporan baik PKL maupun TA yang menjadi pedoman bagi mahasiswa maupun dosen pembimbing dalam membimbing mahasiswa bimbingannya sehingga dihasilkan suatu keseragaman format laporan.

Namum tidak semua mahasiswa mengerti tentang cara penulisan laporan tugas akhir ini sehingga banyak dari mahasiswa membuang-buang waktunya untuk berulang kali bimbingan ke dosen pembimbing.

Untuk menghemat waktu anda agar cepat laporan di acc dan cepat sidang maka kita akan belajar 4 Tata Cara Penulisan Skripsi/Laporan Agar Cepat ACC dibawah ini.

Perlu di Ingat bahwa format laporan dibawah ini adalah format dari Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Widtatama Bandung, jadi jika berbeda dengan Format dikampus anda maka perlu anda sesuaikan lagi.

1) Bahan dan Ukuran
Bahan dan ukuran mencakup naskah, ukuran dan sampul.
a. Naskah dibuat di atas kertas HVS 70 gram dan tidak bolak-balik
b. Ukuran naskah adalah A4
c. Sampul dibuat dari kertas bufalo skin warna biru tua.
2) Pengetikan
a. Jenis Huruf
1. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman 12. Jenis huruf miring dan persegi tidak diperkenankan kecuali untuk menuliskan bahasa asing.
2. Lambang, huruf Yunani atau tanda-tanda yang tidak dapat diketik, harus ditulis dengan rapi memakai tinta hitam.
b. Bilangan Satuan
1. Bilangan diketik dengan angka, misalnya 1.250 unit penjualan (kecuali pada permulaan kalimat).
2. Bilangan desimal ditandai dengan koma (,), bukan dengan titik (.), misalnya ongkos penyimpanan Rp 150,50
3. Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya tanpa titik dibelakangnya, misalnya m (untuk meter) atau kg (untuk kilogram), dan sebagainya.
c. Jarak Baris
Jarak antar baris dibuat 1,5 spasi kecuali kutipan langsung, judul tabel dan gambar, daftar pustaka, menggunakan 1 spasi.
d. Batas Teks
Batas teks adalah 3 cm dari tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah kertas, serta 4 cm dari tepi kiri kertas.
e. Alinea Baru
Alinea baru dimulai pada pada ketikan ke 7 dari batas tepi kiri. Satu alinea harus terdiri lebih dari satu kalimat.
f. Kalimat
Kalimat jangan terlalu panjang atau pendek, maksimum 5 baris.
g. Permulaan kalimat
Bilangan yang memulai suatu kalimat harus dieja (ditulis dengan huruf), misalnya 50, maka ditulis dengan Lima puluh.
h. Judul, sub judul, anak judul dan lain-lain
1. Judul
a. Tidak terlalu umum, perlu lebih spesifik
b. Tidak terlalu panjang
c. Pengertian kata yang dipakai harus umum
d. Judul dinyatakan dalam kata benda atau kata yang dibendakan; kata ganti “nya” kalau bisa dihindarkan
2. Setiap bab harus bernomor urut dengan angka romawi besar. Pendahuluan dan kepala/judul bab ditulis ditengah secara simetris dengan huruf besar tanpa garis dan titik.
3. Bab dibagi dalam beberapa sub bab yang diberi nomor urut dengan angka arab. Pemberian nomor sub bab adalah kembar: nomor didepan menunjukkan nomor bab-nya, sedangkan nomor dibelakangnya menunjukan nomor sub bab-nya. Antara kedua nomor tersebut disela dengan titik. Antara nomor sub bab dengan pangkal kata judul sub bab-nya diberi sela 1 spasi. Penulisan judul sub bab menggunakan huruf besar hanya untuk setiap huruf awal kata selain kata sambung.

4. Jika dalam sub bab masih dibagi lagi menjadi beberapa sub-sub bab, maka masing-masing judul sub-sub bab diberi nomor usul tripel (berjajar 3), ditulis dengan angka arab. Yang terdepan menunjukkan nomor bab, yang ditengah nomor sub bab, dan yang terakhir menunjukkan nomor sub-sub bab. Antara masing-masing nomor disela dengan titik. Antara nomor sub-sub bab dengan pangkal kata judul sub-sub bab diberi sela 1 spasi tik. Penulisan judul subsub bab menggunakan huruf besar hanya untuk setiap huruf awal kata selain kata sambung.
5. Dekomposisi isi bab harus seimbang, dan penomoran sub-sub bab disarankan tidak lebih dari 4 level. Jika seluruh laporan dianggap sebagai berstruktur pohon, maka teks dengan nomor level yang sama pada satu bab/sub bab yang sama harus “setara”.

i. Rincian ke bawah
Jika pada penulisan naskah ada rincian yang harus disusun ke bawah, pakailah nomor urut dengan angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian. Jika menggunakan bullet, tidak diperkenankan dengan baris penghubung (-).

3) Penomoran
a. Halaman
1. Bagian awal laporan mulai dari judul sampai ke daftar lampiran, diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil.
2. Bagian utama dan bagian akhir mulai dari pendahuluan (bab-1) sampai ke halaman terakhir, memakai angka Arab sebagai nomor halaman.
3. Nomor halaman ditempatkan disebelah kanan atas, kecuali jika ada judul bab pada bagian atas halaman tersebut, maka nomor halaman ditulis dibagian bawah tengah.
4. Nomor diketik dengan jarak 2,50 cm dari tepi sebelah kanan dan 1,50 cm dari tepi atas atau tepi bawah.
b. Tabel
1. Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel tanpa diakhiri dengan titik.
2. Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali jika terlalu panjang dan tidak termuat dalam satu halaman, maka pada halaman lanjutan tabel, dicantumkan nomor tabel dan kata lanjutan yang dicetak tebal dan diberi kurung.
3. Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antara satu dengan lainnya cukup tegas.
4. Jika tabel lebih lebar dari ukuran lebar kertas dengan posisi potrait, maka harus dibuat memanjang dengan posisis landscape.
5. Tabel ditik simetris.
6. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau yang harus dilipat, sebaiknya ditempatkan pada lampiran.
7. Penulisan judul tabel dengan huruf besar.
c. Gambar
1. Bagan, grafik, peta dan foto, semuanya disebut gambar. Nomor gambar yang diikuti dengan judul dan sumbernya diletakkan simetris di bawah gambar.
2. Gambar tidak boleh dipenggal. Keterangan gambar dituliskan pada tempat yang lowong di dalam gambar dan jangan pada halaman lain.
3. Bila gambar dilukiskan melebar sepanjang tinggi kertas, bagian atas gambar harus diletakkan disebelah kiri kertas. Skala pada grafik dibuat agar mudah dipakai untuk mengadakan interpolasi atau ekstrapolasi.
4. Letak gambar diatur simetris.
5. Penulisan judul gambar dengan huruf besar.

4) Penulisan Daftar Pustaka
a. Daftar Pustaka disusun menurut abjad dan diberi nomor urut mulai dari 1.
b. Judul buku tidak boleh disingkat.
c. Penyingkatan kependekan Jurnal Ilmiah harus mengikuti yang telah lazim dilakukan.
d. Nama keluarga (Nama belakang) ditulis terlebih dahulu, diikuti dengan singkatan nama depan.
e. Semua nama pengarang harus ditulis sesuai dengan urutannya di dalam artikel/ buku.
f. Penulisan Daftar Pustaka
1. Jurnal : Nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal (dicetak tebal atau dicetak miring), volume,             halaman.
2. Buku : Nama Pengarang, tahun terbit, judul buku, edisi (jika ada), volume (jika ada), penerbit, kota tempat                   penerbit
g. Pengutipan dari sumber harus dicantumkan dengan jelas di dalam teks, yaitu dengan menulis nomor urut dari Daftar Pustaka. Misal ….. metode baku [5] . Nomor 5 disini artinya nomor urut 5 di dalam Daftar Pustaka.

Itulah 4 Tata Cara Penulisan Skripsi/Laporan Agar Cepat ACC, jika kawan-kawan sekalian bisa mengikuti sesuai dengan cara-cara diatas saya yakin Laporan Skripsi dan laporan PKL anda pasti sudah di acc.

dari pembahasan diatas masih belum selesai sampai ke contoh-contoh penulisannya, kenapa? karena jika saya jelaskan disini nanti artikel ini akan terlalu panjang oleh karena itu saya akan bahas di artikel selanjutnya bisa baca disini

 

  • cara cepat laporan di acc
  • cara supaya laporan prakerin cepat di acc
  • kerja praktek supaya di acc
  • laporan kp yang belum di acc
  • penulisan kata di acc yang baku adalah
  • tata cara membuat laporan sesuai sekripai
Content Protection by DMCA.com

About adies

Nama Saya Adies, Saya Adalah Admin dari Blog phpdanmysql.com ini, Saya bukan seorang ahli Pemrograman Php dan MySQL, Saya hanya seseorang yang gemar belajar Pemrograman karena Pendidikan yang berlatar belakang Sarjana Informatika

Check Also

Cara Membuat Edit Data Secara Lengkap di Php

PhpdanMySQL.Com – Step by Step Membuat Edit Data Secara Lengkap di Php Setiap manusia yang terlahir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *